SUB
POKOK BAHASAN : PESTISIDA ORGANIK SINTETIK
RANGKUMAN
UMUM
Pengertian
pestisida dapat dilihat dari P.P. No. 7 Tahun 1973, .P.P. RI No.6 tahun 1995, The United States Environmental Control Act,
USEPA. Secara sederhana pestisida dapat diartikan sebagai pembunuh hama.
Pestisida dapat digolongkan menurut berbagai cara tergantung pada kepentingannya, antara lain berdasarkan jasad sasaran yang akan dikendalikan, berdasarkan cara kerja, berdasarkan struktur kimianya, asal dan sifat kimia, berdasarkan bentuknya dan berdasarkan pengaruh fisiologisnya.
1. Jenis Pestisida Menurut Jasad Sasaran :
a. Akarisida
b. Algasida
c. Alvisida
d. Bakterisida
e. Fungsida
f. Herbisida
g. Insektisida
h. Moluskisida
i. Nematisida
j. Ovisida
k. Pedukulisida
l. Piscisida
m. Predisida
n. Rodentisida
o. Termisida
p. Silvisida
q. Larvasida
2. Pestisida berdasarkan cara kerjanya :
a. Racun perut
b. Racun kontak
c. Racun gas
d. Pestisida sistemik
3. Pestisida Berdasarkan Struktur Kimia :
Berdasarkan struktur kimianya, pestisida dibagi atas Orgahochlorine, Orgahoposphate,
Carbamat, Pyretroid dan pestisida yang
mengandung senyawa organik, serychin, senyawa
sulphur organik dan dinytrophenol.
4. Pestisida berdasarkan asal dan sifat kimianya :
Penggolongan pestisida menurut asal dan sifat kimia adalah Hasil alam (alami) dan
pestisida sintetik. Berdasarkan asal
bahan yang digunakan untuk membuat pestisida, maka
pestisida dapat dibedakan ke dalam
empat golongan yaitu pestisida sintetik, nabati,
biologi, dan pestisida alami.
5. Pestisida berdasarkan bentuknya :
Berdasarkan bentuknya pestisida digolongkan dalam bentuk tepung, butiran, bubuk yang
5. Pestisida berdasarkan bentuknya :
Berdasarkan bentuknya pestisida digolongkan dalam bentuk tepung, butiran, bubuk yang
dapat dilarutkan, cairan yang dapat
dilarutkan, cairan yang dapat diemulsikan, Volume
Ultra
Rendah, Aerosol, umpan beracun, dll.
6. Pestisida berdasarkan pengaruh fisiologisnya :
Klasifikasi pestisida berdasarkan pengaruh fisiologisnya, yang disebut farmakologis atau
6. Pestisida berdasarkan pengaruh fisiologisnya :
Klasifikasi pestisida berdasarkan pengaruh fisiologisnya, yang disebut farmakologis atau
klinis, adalah sebagai berikut :
a. Senyawa Organofosfat
Merupakan penghambat yang dari enzim cholinesterase pada syaraf dan menghalangi
a. Senyawa Organofosfat
Merupakan penghambat yang dari enzim cholinesterase pada syaraf dan menghalangi
penyampaian rangsangan syaraf
kelenjar dan otot-otot. Merupakan insektisida yang
paling toksik diantara jenis
pestisida. Pestisida yang termasuk dalam golongan
organofosfat antara lain Asefat,
Kadusafos, Klorfenvinfos, Klorpirifos, Kumafos,
Diazinon, Diklorvos (DDVP),
Malation, Paration, Profenofos, Triazofos.
b. Senyawa Organoklorin
Pestisida golongan ini bersifat mengganggu susunan syaraf dan larut dalam lemak.
b. Senyawa Organoklorin
Pestisida golongan ini bersifat mengganggu susunan syaraf dan larut dalam lemak.
Secara kimia tergolong insektisida
yang toksisitasnya relatif rendah akan tetapi mampu
bertahan lama dalam lingkungan.
Contohnya DDT.
c. Senyawa Arsenat
Keracunan akut ini menimbulkan gastroentritis dan diare. Pada keadaan kronis
c. Senyawa Arsenat
Keracunan akut ini menimbulkan gastroentritis dan diare. Pada keadaan kronis
menyebabkan pendarahan pada ginjal
dan hati.
d. Senyawa Karbamat
Pengaruh fisiologis yang primer dari racun golongan karbamat adalah menghambat
d. Senyawa Karbamat
Pengaruh fisiologis yang primer dari racun golongan karbamat adalah menghambat
aktifitas enzym cholinesterase
darah dengan gejala-gejala seperti senyawa organofospat,
tetapi pengaruhnya jauh lebih
reversible dari pada efek senyawa organofosfat.
e. Piretroid
Piretrum mempunyai toksisitas rendah pada manusia tetapi menimbulkan alergi pada
e. Piretroid
Piretrum mempunyai toksisitas rendah pada manusia tetapi menimbulkan alergi pada
orang yang peka. Diekstrak dari
bunga semacam krisan piretroid (bunga Chrysantheum
cinerariaefolium) dengan keunggulan, diantaranya
diaplikasikan dengan takaran relatif
sedikit, spektrum pengendaliannya
luas, tidak persisiten, dan memiliki efek
melumpuhkan yang sangat baik.
Insektisida tanaman lain adalah nikotin yang sangat
toksik secara akut dan bekerja pada
susunan saraf.
KLASIFIKASI
PESTISIDA ORGANIK SINTETIK
Pestisida Senyawa Organik Sintetik Berdasarkan
Struktur Kimia :
A.
Menurut
Pohan (2004), jika dilihat dari segi struktur kimianya, pestisida dibagi atas:
a. Orgahochlorine
Pestisida jenis ini mengandung unsur-unsur Carbon, Hidrogen, dan Chlorine. Misal :
a. Orgahochlorine
Pestisida jenis ini mengandung unsur-unsur Carbon, Hidrogen, dan Chlorine. Misal :
DDT
b. Orgahoposphate
Pestisida yang mengandung unsur : P, C, H misal : tetra ethyl phyro posphate (TEPP )
c. Carbamate
Pestisida yang mengandung gugus Carbamate. Misal : Baygon, Sevin dan Isolan.
d. Lain-Lain
Diluar ketiga jenis diatas, pestisida ini mengandung senyawa organik, serychin,
b. Orgahoposphate
Pestisida yang mengandung unsur : P, C, H misal : tetra ethyl phyro posphate (TEPP )
c. Carbamate
Pestisida yang mengandung gugus Carbamate. Misal : Baygon, Sevin dan Isolan.
d. Lain-Lain
Diluar ketiga jenis diatas, pestisida ini mengandung senyawa organik, serychin,
senyawa sulphur organik dan dinytrophenol.
B.
Sedangkan
menurut Dep.Kes RI Dirjen P2M dan PL 2000 dalam Diana (2009), berdasarkan
struktur kimianya pestisida dapat digolongkan menjadi :
a. Golongan organochlorin
Pestisida organochlorin misalnya DDT, Dieldrin, Endrin dan lain-lain. Umumnya
a. Golongan organochlorin
Pestisida organochlorin misalnya DDT, Dieldrin, Endrin dan lain-lain. Umumnya
golongan ini mempunyai sifat merupakan racun yang universal,
degradasinya
berlangsung sangat lambat larut dalam lemak.
b. Golongan organophosfat
Pestisida organophosfat misalnya diazonin dan basudin. Golongan ini mempunyai sifat-
b. Golongan organophosfat
Pestisida organophosfat misalnya diazonin dan basudin. Golongan ini mempunyai sifat-
sifat yang merupakan racun tidak selektif, degradasinya berlangsung
lebih cepat atau
kurang persisten di lingkungan, menimbulkan resisten pada berbagai
serangga dan
memusnahkan populasi predator dan serangga parasit, lebih toksik
terhadap manusia
dari pada organokhlor.
c. Golongan carbamat termasuk baygon, bayrusil, dan lain-lain.
Golongan ini mempunyai sifat sebagai berikut : mirip dengan sifat pestisida
c. Golongan carbamat termasuk baygon, bayrusil, dan lain-lain.
Golongan ini mempunyai sifat sebagai berikut : mirip dengan sifat pestisida
organophosfat, tidak terakumulasi dalam sistem kehidupan, degradasi
tetap cepat
diturunkan dan dieliminasi namun pestisida ini aman untuk hewan, tetapi
toksik yang
kuat untuk tawon.
d. Senyawa dinitrofenol misalnya morocidho 40EC.
Salah satu pernafasan dalam sel hidup melalui proses pengubahan ADP (Adenesone-5-
d. Senyawa dinitrofenol misalnya morocidho 40EC.
Salah satu pernafasan dalam sel hidup melalui proses pengubahan ADP (Adenesone-5-
diphosphate) dengan bantuan energi sesuai dengankebutuhan dan diperoleh
dari
rangkaian pengaliran elektronik potensial tinggi ke yang lebih rendah
sampai dengan
reaksi proton dengan oksigen dalam sel. Berperan memacu proses
pernafasan sehingga
energi berlebihan dari yang diperlukan akibatnya menimbulkan proses
kerusakan
jaringan.
e. Pyretroid
Salah satu insektisida tertua di dunia, merupakan campuran dari beberapa ester yang
e. Pyretroid
Salah satu insektisida tertua di dunia, merupakan campuran dari beberapa ester yang
disebut pyretrin yang diekstraksi dari bunga dari genus Chrysanthemum.
Jenis pyretroid
yang relatif stabil terhadap sinar matahari adalah : deltametrin,
permetrin, fenvalerate.
Sedangkan jenis pyretroid yang sintetis yang stabil terhadap sinar
matahari dan sangat
beracun bagi serangga adalah : difetrin, sipermetrin, fluvalinate,
siflutrin, fenpropatrin,
tralometrin, sihalometrin, flusitrinate.
f. Fumigant
Fumigant adalah senyawa atau campuran yang menghasilkan gas atau uap atau asap
f. Fumigant
Fumigant adalah senyawa atau campuran yang menghasilkan gas atau uap atau asap
untuk membunuh serangga, cacing, bakteri, dan tikus. Biasanya fumigant
merupakan
cairan atau zat padat yang murah menguap atau menghasilkan gas yang
mengandung
halogen yang radikal (Cl, Br, F), misalnya chlorofikrin,
ethylendibromide, naftalene,
metylbromide, formaldehid, fostin.
g. Petroleum
Minyak bumi yang dipakai sebagai insektisida dan miksida. Minyak tanah yang juga
g. Petroleum
Minyak bumi yang dipakai sebagai insektisida dan miksida. Minyak tanah yang juga
digunakan sebagai herbisida.
h. Antibiotik
Misalnya senyawa kimia seperti penicillin yang dihasilkan dari mikroorganisme ini
h. Antibiotik
Misalnya senyawa kimia seperti penicillin yang dihasilkan dari mikroorganisme ini
mempunyai efek sebagai bakterisida dan fungisida.
C. Sedangkan menurut Prijanto (2009), berdasarkan jenis bentuk kimianya dapat digolongkan
menjadi :
a. Organofosfat
Pestisida yang termasuk ke dalam golongan organofosfat antara lain : Azinophosmethyl,
a. Organofosfat
Pestisida yang termasuk ke dalam golongan organofosfat antara lain : Azinophosmethyl,
Chloryfos, Demeton Methyl, Dichlorovos,
Dimethoat, Disulfoton, Ethion, Palathion,
Malathion, Parathion, Diazinon,
Chlorpyrifos. Organofosfat disintesis pertama di Jerman
pada awal perang dunia ke II. Pada awal sintesisnya
diproduksi senyawa tetraethyl
pyrophosphate (TEPP), parathion dan schordan yang sangat efektif sebagai
insektisida,
tetapi juga cukup toksik terhadap mamalia.
Penelitian berkembang terus dan ditemukan
komponen yang protein terhadap insekta
tetapi kurang toksik terhadap manusia seperti
malathion, tetapi masih sangat toksik
terhadap insekta.
Organofosfat adalah insektisida yang paling toksik di antara jenis pestisida lainnya dan sering menyebabkan keracunan pada manusia. Bila tertelan, meskipun hanya dalam jumlah sedikit, dapat menyebabkan kematian pada manusia.
Organofosfat menghambat aksi pseudokholinesterase dalam plasma dan kholinesterase dalam sel darah merah dan pada sinapsisnya. Enzim tersebut secara normal menghidrolisis acetylcholine menjadi asetat dan kholin. Pada saat enzim dihambat, mengakibatkan jumlah acetylcholine meningkat dan berikatan dengan reseptor muskarinik dan nikotinik pada system saraf pusat dan perifer. Hal tersebut menyebabkan timbulnya gejala keracunan yang berpengaruh pada seluruh bagian tubuh.
Gejala
keracunan organofosfat sangat bervariasi. Setiap gejala yang timbul sangat
bergantung pada adanya stimulasi asetilkholin persisten atau depresi yang
diikuti oleh stimulasi saraf pusat maupun perifer. Gejala awal seperti
salivasi, lakrimasi, urinasi dan diare (SLUD) terjadi pada keracunan
organofosfat secara akut karena terjadinya stimulasi reseptor muskarinik
sehingga kandungan asetil kholin dalam darah meningkat pada mata dan otot
polos.
b. Karbamat
Insektisida karbamat berkembang setelah organofosfat. Insektisida ini biasanya daya
b. Karbamat
Insektisida karbamat berkembang setelah organofosfat. Insektisida ini biasanya daya
toksisitasnya rendah terhadap mamalia
dibandingkan dengan organofosfat, tetapi sangat
efektif untuk membunuh insekta. Pestisida
golongan karbamat ini menyebabkan
karbamilasi dari enzim asetil
kholinesterase jaringan dan menimbulkan akumulasi asetil
kholin pada sambungan kholinergik
neuroefektor dan pada sambungan acetal muscle
myoneural dan dalam autonomic ganglion,
racun ini juga mengganggu sistem saraf pusat.
Struktur Karbamat dapat dilihat di bawah
ini :
Struktur karbamat seperti physostigmin, ditemukan secara alamiah dalam kacang Calabar
(calabar bean). Bentuk carbaryl telah
secara luas dipakai sebagai insektisida dengan
komponen aktifnya adalah Sevine R.Mekanisme
toksisitas dari karbamat adalah sama
dengan organofosfat, dimana enzim achE
dihambat dan mengalami karbamilasi.
c. Organoklorin
Organoklorin atau disebut “Chlorinated hydrocarbon” terdiri dari beberapa kelompok yang
c. Organoklorin
Organoklorin atau disebut “Chlorinated hydrocarbon” terdiri dari beberapa kelompok yang
diklasifikasi menurut bentuk kimianya. Yang
paling populer dan pertama kali disinthesis
adalah “Dichloro-diphenyl-trichloroethan”
atau disebut DDT.
Mekanisme toksisitas dari DDT masih dalam perdebatan, walaupun komponen kimia ini
sudah disintesis sejak tahun 1874. Tetapi
pada dasarnya pengaruh toksiknya terfokus pada
neurotoksin dan pada otak. Saraf sensorik
dan serabut saraf motorik serta kortek motorik
adalah merupakan target toksisitas
tersebut. Dilain pihak bila terjadi efek keracunan
perubahan patologiknya tidaklah nyata.
Bila seseorang menelan DDT sekitar 10mg/Kg
akan dapat menyebabkan keracunan, hal
tersebut terjadi dalam waktu beberapa jam.
Perkiraan LD50 untuk manusia adalah
300-500 mg/Kg. DDT dihentikan penggunaannya
sejak tahun 1972, tetapi penggunaannya
masih berlangsung sampai beberapa tahun
kemudian, bahkan sampai sekarang residu
DDT masih dapat terdeteksi. Gejala yang
terlihat pada intoksikasi DDT adalah
sebagai berikut: Nausea, vomitus, paresthesis pada
lidah, bibir dan muka, iritabilitas, tremor,
convulsi, koma, kegagalan pernafasan,
kematian.
Pestisida berdasarkan asal dan sifat kimianya :
A. Penggolongan pestisida menurut asal dan sifat kimia menurut Butarbutar (2009) adalah:
a. Hasil alam: Nikotinoida, Piretroida, Rotenoida dll.
b. Sintetik
1) Anorganik: garam-garam beracun seperti arsenat, flourida, tembaga sulfat dan garam
merkuri.
2) Organik :
a) Organo khlorin: DDT, BHC, Chlordane, Endrin dll.
b) Heterosiklik: Kepone, mirex dll.
c) Organofosfat: malathion, biothion dll.
d) Karbamat: Furadan, Sevin dll.
e) Dinitrofenol: Dinex dll.
f) Thiosianat: lethane dll.
g) Sulfonat, sulfida, sulfon.
h) Lain-lain: methylbromida dll.
B. Sedangakan menurut Soemirat (2005) Klasifikasi pestisida menurut asal dan struktur atau
2) Organik :
a) Organo khlorin: DDT, BHC, Chlordane, Endrin dll.
b) Heterosiklik: Kepone, mirex dll.
c) Organofosfat: malathion, biothion dll.
d) Karbamat: Furadan, Sevin dll.
e) Dinitrofenol: Dinex dll.
f) Thiosianat: lethane dll.
g) Sulfonat, sulfida, sulfon.
h) Lain-lain: methylbromida dll.
B. Sedangakan menurut Soemirat (2005) Klasifikasi pestisida menurut asal dan struktur atau
golongan zat kimianya antara lain :
a. Pestisida alamiah:
1) Pyrethum: Pyrethrin, Cinerin
2) Derris: Rotenon
b. Pestisida sintetik:
1) Senyawa halogen organik: DDT, Lindan
2) Senyawa fosfatester organik: Dichlorvos, Malathion
3) Senyawa karbamat : Prpoxur, Dimetilan
4) Derivat kumarin : Cumachlor
5) Senyawa Dinitrofenol : Dinobuton
a. Pestisida alamiah:
1) Pyrethum: Pyrethrin, Cinerin
2) Derris: Rotenon
b. Pestisida sintetik:
1) Senyawa halogen organik: DDT, Lindan
2) Senyawa fosfatester organik: Dichlorvos, Malathion
3) Senyawa karbamat : Prpoxur, Dimetilan
4) Derivat kumarin : Cumachlor
5) Senyawa Dinitrofenol : Dinobuton
C. Berdasarkan asal bahan yang digunakan untuk membuat pestisida, maka pestisida dapat
dibedakan ke dalam empat golongan yaitu:
a. Pestisida Sintetik, yaitu pestisida yang diperoleh dari hasil sintesa kimia, contoh:
a. Pestisida Sintetik, yaitu pestisida yang diperoleh dari hasil sintesa kimia, contoh:
organoklorin,
organofospat, dan karbamat.
b. Pestisida Nabati, yaitu pestisida yang berasal dari tumbuh-tumbuhan, contoh: neem oil
b. Pestisida Nabati, yaitu pestisida yang berasal dari tumbuh-tumbuhan, contoh: neem oil
yang berasal dari pohon mimba.
c. Pestisida Biologi, yaitu pestisida yang berasal dari jasad renik atau mikrobia, contoh:
c. Pestisida Biologi, yaitu pestisida yang berasal dari jasad renik atau mikrobia, contoh:
jamur, bakteri atau virus.
d. Pestisida Alami, yaitu pestisida yang berasal dari bahan alami, contoh: bubur bordeaux.
d. Pestisida Alami, yaitu pestisida yang berasal dari bahan alami, contoh: bubur bordeaux.
Daftar Pustaka
Butarbutar, J. 2009. Pestisida dan Pengendaliannya. Koperasi Serba Usaha "SUBUR" Diana
Butarbutar, J. 2009. Pestisida dan Pengendaliannya. Koperasi Serba Usaha "SUBUR" Diana
Kementrian
Pertanian.2011. Pedoman Pembinaan Penggunaan Pestisida. Jakarta: Direktorat
Jenderal Prasaranan dan Sarana
Kementrian Pertania.
Munawir, Khozanah. 2005. Pemantauan Kadar Pestisida Organoklorin Di Beberapa Muara
Munawir, Khozanah. 2005. Pemantauan Kadar Pestisida Organoklorin Di Beberapa Muara
Sungai Di Perairan Teluk Jakarta. Jurnal
Oseanologidan Limnologi di Indonesia 2005
No. 37 : 15 – 25 ISSN 0125 – 9830
Pohan, Nurhasmawati. 2004. Pestisida dan Pencemarannya. Universitas Sumatra Utara.
Pohan, Nurhasmawati. 2004. Pestisida dan Pencemarannya. Universitas Sumatra Utara.
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/
1367/1/tkimia-nurhasmawaty7.pdf.
Diakses 20 Mei 2011
Prijanto,
T.B. 2009. Analisis Faktor Risiko Keracunan Pestisida Organofosfat pada
Keluarga
Petani Hortikultura Di Kecamatan
Ngablak Kabupaten Magelang. (Tesis). Program
Pascasarjana Universitas Diponegoro
Semarang.
Quijano;Sarojeni V. Rengam.2001. Pestisida Berbahaya Bagi Kesehatan. Solo: Yayasan Duta
Quijano;Sarojeni V. Rengam.2001. Pestisida Berbahaya Bagi Kesehatan. Solo: Yayasan Duta
Awam Pesticide Action Network Asia
and the Pacific
Runia, Yodenca. 2008. Tesis: Faktor-fakor yang Berhubungan dengan Keracunan Pestisida
Runia, Yodenca. 2008. Tesis: Faktor-fakor yang Berhubungan dengan Keracunan Pestisida
Organofosfat, Karbamat dan Kejadian
Anemia pada Petani Holtikultura Di Desa
Tejosari Kecamatan Ngablak Kabupaten
Magelang. Universitas Diponegoro.
Semarang. Dipublikasikan (112 Hal).
Diakses 18 Mei 2011
Rustia, Hana. 2009. Skipsi: Pengaruh pajanan pestisida terhadap Petani di Tangerang.
Rustia, Hana. 2009. Skipsi: Pengaruh pajanan pestisida terhadap Petani di Tangerang.
Universitas Indonesia. Depok.
Dipublikasikan (98 hal). Diakses 20 Mei 2011
Sartono. 2001. Racun dan Keracunan. Widya Medika. Jakarta.
Soemirat, J. 2005. Toksikologi Lingkungan. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta
Tarumingkeng. 2008. Pestisida dan Penggunaannya. Bogor: Institut Pertanian Bogor
Sartono. 2001. Racun dan Keracunan. Widya Medika. Jakarta.
Soemirat, J. 2005. Toksikologi Lingkungan. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta
Tarumingkeng. 2008. Pestisida dan Penggunaannya. Bogor: Institut Pertanian Bogor
Wulan. 2009.
Dampak Negatif Penggunaan Pestisida di Lingkungan
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/1106/1/fp-diana.pdf.
Diakses tanggal
19 mei 2011
Yuantari, Maria. 2009. Tesis: Studi Ekonomi Lingkungan Penggunaan Pestisida dan
Yuantari, Maria. 2009. Tesis: Studi Ekonomi Lingkungan Penggunaan Pestisida dan
Dampaknya pada Kesehatan Petani Di
Area Pertanian Hortikultura Desa Sumber Rejo
Kecamatan Ngablak Kabupaten Magelang
Jawa Tengah. Universitas Diponegoro.
Semarang. Dipublikasikan (142 Hal).
Diakses 28 Mei 2011
SELESAI
TUGAS :
v Cari 5 merek dagang pestisida yang umum dipergunakan
di rumah tangga, catat kandungan bahan aktif didalamnya dan termasuk ke dalam
klasifikasi pestisida yang mana (racun tikus, serangga, nyamuk dll) !
v Cari masing-masing 4 merek dagang pestisida yang biasa digunakan di
bidang pertanian, pada
lahan sawah dan pada perkebunan kepala sawit, carilah
kandungan bahan aktif dan termasuk ke dalam
klasifikasi pestisida yang mana, jelaskan!



Tidak ada komentar:
Posting Komentar