LAPORAN
RESMI
PRAKTIKUM
PEMULIAAN TANAMAN
![]() |
KASTRASI
DAN HIBRIDISASI TANAMAN TOMAT
Disusun
Oleh :
Hendrik ( 10011006)
LABORATORIUM DASAR AGRONOMI
UNIVERSITAS MERCU BUANA
YOGYAKARTA
2012
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Pemuliaan tanaman adalah usaha-usaha
yang dilakukan untuk mengubah susunan genetik tanaman, baik individu maupun
secara bersama-sama (populasi) dengan tujuan tertentu. Pemuliaan tanaman
kadang-kadang disamakan dengan penangkaran tanaman, kegiatan memelihara tanaman
untuk memperbanyak dan menjaga kemurnian; pada kenyataannya, kegiatan
penangkaran adalah sebagian dari pemuliaan. Selain melakukan penangkaran,
pemuliaan berusaha memperbaiki mutu genetik sehingga diperoleh tanaman yang
lebih bermanfaat.
Pengetahuan mengenai perilaku biologi
tanaman dan pengalaman dalam budidaya tanaman merupakan hal yang paling
menentukan keberhasilan usaha pemuliaan, sehingga buku-buku teks seringkali
menyebut pemuliaan tanaman sebagai seni dan ilmu memperbaiki keturunan tanaman
demi kemaslahatan manusia.
Tugas pokok seorang pemulia tanaman
adalah merakit kultivar yang lebih baik: memiliki ciri-ciri yang khas dan lebih
bermanfaat bagi penanamnya. Kultivar juga dikenal awam sebagai varietas, meskipun
keduanya tidak selalu sama artinya. Aplikasi kultivar unggul padi dan gandum
merupakan salah satu komponen penting dalam Revolusi Hijau, suatu paket
penggunaan teknologi modern secara massal untuk menggenjot produksi pangan
dunia, khususnya gandum roti, jagung, dan padi. Dilihat dari sudut pandang
agribisnis, pemuliaan tanaman merupakan bagian dari usaha perbenihan yang
menempati posisi awal atau hulu dari keseluruhan mata rantai industri
pertanian.
Melihat situasi yang demikian, maka
dalam makalah ini penulis mengambil judul “Hasil Pemuliaan Tanaman Tomat”. Diharapkan
agar masyarakat terutama yang bergerak di bidang pertanian dapat lebih
meningkatkan mutu kualitas tanaman.
1.2
Rumusan Masalah
·
Bagaimana Budidaya Tanaman Tomat?
·
Bagaimana Penyerbukan Silang Pada
Tanaman Tomat?
·
Bagaimana Bioeknologi Pemuliaan Tanaman
Tomat?
1.3
Tujuan
·
Untuk Mengetahui Budidaya Tanaman Tomat
·
Untuk Mengetahui Penyerbukan Silang Pada
Tanaman Tomat
·
Untuk Mengetahui Bioeknologi Pemuliaan
Tanaman Tomat
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1
Tanaman Tomat ( Lycopersicon esculentum Mill. )
Klasifikasi
tanaman tomat adalah sebagai berikut:
Divisi :
Spermatophyta
Anak divisi :
Angiospermae
Kelas :
Dicotyledonae
Ordo : Solanales
Famili :
Solanaceae
Genus :
Lycopersicon (Lycopersicum)
Species : Lycopersicon esculentum Mill.
Kata tomat berasal dari bahasa Aztek,
salah satu suku Indian yaitu xitomate atau xitotomate. Tanaman tomat berasal
dari negara Peru dan Ekuador, kemudian menyebar ke seluruh Amerika, terutama ke
wilayah yang beriklim tropik, sebagai gulma. Penyebaran tanaman tomat ini
dilakukan oleh burung yang makan buah tomat dan kotorannya tersebar
kemana-mana. Penyebaran tomat ke Eropa dan Asia dilakukan oleh orang Spanyol.
Tomat ditanam di Indonesia sesudah kedatangan orang Belanda. Dengan demikian,
tanaman tomat sudah tersebar ke seluruh dunia, baik di daerah tropik maupun
subtropik.
Sentra penanaman tomat di dunia adalah
di Taiwan, sedangkan di Indonesia adalah daerah Malang. Tanaman tomat termasuk
tanaman semusim yang berumur sekitar 4 bulan.Dari sekian banyak varietas tomat
yang ada, yang banyak ditanam petani adalah tomat varietas ratna, berlian,
precious 206, kingkong dan intan. Sedangkan dari hasil survei yang telah
dilakukan di lapangan varietas yang digunakan adalah varietas Artaloka.
Tomat sangat bermanfaat bagi tubuh
karena mengandung vitamin dan mineral yang diperlukan untuk pertumbuhan dan
kesehatan. Buah tomat juga mengandung karbohidrat, protein, lemak dan kalori.
Buah tomat juga adalah komoditas yang multiguna berfungsi sebagai sayuran,
bumbu masak, buah meja, penambah nafsu makan, minuman, bahan pewarna makanan,
sampai kepada bahan kosmetik dan obat-obatan.
Penyebaran
tomat di Indonesia dimulai dari Filipina dan Negara-negara Asia lainnya pada
abad ke-18. Pada awalnya, tomat yang pertamakali ditanam oleh suku Inca dan
suku Aztec ini masih berbuah kecil dan produktivitasnya juga masih rendah. Hal
ini jelas berbeda dengan kondisi sekarang. Buah tomat yang dihasilkan bias
menghasilkan bobothingga 0,4 kg per buah atau 5-8 kg buah per tanaman. Selin
kualitas dan buahnya yang tinggi , tanaman tomat hibrida juga mampu beradaptasi
dengan berbagai kondisi agroklimat, mulai daerah dataran rendah, dataran
menegah, hinggga dataran tinggi. Bahkan ada juga varietas yang tahan terhadap
hama dan penyakit tertentu.
v Iklim
- Curah hujan yang sesuai untuk pertumbuhan tanaman tomat adalah 750 mm-1.250 mm/tahun. Keadaan ini berhubungan erat dengan ketersediaan air tanah bagi tanaman, terutama di daerah yang tidak terdapat irigasi teknis. Curah hujan yang tinggi (banyak hujan) juga dapat menghambat persarian.
- Kekurangan sinar matahari menyebabkan tanaman tomat mudah terserang penyakit, baik parasit maupun non parasit. Sinar matahari berintensitas tinggi akan menghasilkan vitamin C dan karoten (provitamin A) yang lebih tinggi. Penyerapan unsur hara yang maksimal oleh tanaman tomat akan dicapai apabila pencahayaan selama 12-14 jam/hari, sedangkan intensitas cahaya yang dikehendaki adalah 0,25 mj/m2 per jam.
- Suhu udara rata-rata harian yang optimal untuk pertumbuhan tanaman tomat adalah suhu siang hari 18-29 derajat C dan pada malam hari 10-20 derajat C.
- Kelembaban relatif yang tinggi sekitar 25% akan merangsang pertumbuhan untuk tanaman tomat yang masih muda karena asimilasi CO2 menjadi lebih baik melalui stomata yang membuka lebih banyak. Tetapi, kelembaban relatif yang tinggi juga merangsang mikro organisme pengganggu tanaman.
v Media
Tanam
- Tanaman tomat dapat ditanam di segala jenis tanah, mulai tanah pasir sampai tanah lempung berpasir yang subur, gembur, banyak mengandung bahan organik serta unsur hara dan mudah merembeskan air. Selain itu akar tanaman tomat rentan terhadap kekurangan oksigen, oleh karena itu air tidak boleh tergenang.
- Tanah dengan derajat keasaman (pH) berkisar 5,5-7,0 sangat cocok untuk budidaya tomat.
- Dalam pembudidayaan tanaman tomat, sebaiknya dipilih lokasi yang topografi tanahnya datar, sehingga tidak perlu dibuat teras-teras dan tanggul.
v Ketinggian
Tempat
Tanaman
tomat dapat tumbuh di berbagai ketinggian tempat, baik di dataran tinggi maupun
di dataran rendah, tergantung varietasnya. Tanaman tomat yang sesuai untuk
ditanam di dataran tinggi misalnya varietas berlian, varietas mutiara, varietas
kada. Sedangkan varietas yang sesuai ditanam di dataran rendah misalnya
varietas intan, varietas ratna, varietas berlian, varietas LV, varietas CLN.
Selain itu, ada varietas tanaman tomat yang cocok ditanam di dataran rendah
maupun di dataran tinggi antara lain varietas tomat GH 2, varietas tomat GH 4,
varietas berlian, varietas mutiara.
2.2
Pemuliaan Tanaman Menyerbuk Silang
Hibridisasi merupakan suatu perkawinan
silang antara berbagai jenis spesies pada setiap tanaman. Yang mempunyai tujuan
untuk memperoleh organisme dengan sifat-sifat yang diinginkan dan dapat berfariasi
jenisnya. Pada peristiwa hibridisasi akan memperoleh kombinasi genetikyang
diperoleh melalui persilangan dua atau lebih tetua yang berbeda genotipnya.
Emaskulasi atau sering disebut kastrasi merupakan pengambilan tepung sari pada
kelamin jantan agar tidak terjadi penyerbukan sendiri. Dalam proses
pengam,bilan tepung sari tersebut dilakukan pada saat sebelum kepala putik
masak agar lebih menjaga dan memperkecil kemungkinan terjadinya penyerbukan (Ferdy.
2008).
Sesuai dengan hubungan kekeluargaan
tanaman yang akan disilangkan ada beberapa macam persilangan :
1.
Intravarietal : persilangan antara tanaman-tanaman yang varietasnya sama.
2.
Intervarietal : persilangan antara tanaman-tanaman yang berasala dari varietas
yang berbeda tetapi masih dalam spesies yang sama. Juga disebut
persilangan Intraspesifik
3.
Interspesifik : persilangan dari tanaman-tanaman yang berbeda spesies
tetapi masih dalam genus yang sama. Juga disebut persilangan
Intragenerik. Persilangan ini dilakukan untuk maksud memindahkan daya
ressistensi terhadap hama, penyakit dan kekeringan dari suatu spesies ke
lain spesies. Misal : tomat, tebu
4.
Intergenerik: persilangan antara tanaman-tanaman dari generasi yang
berbeda.Persilangan ini dilakukan untuk menstransfer daya resisten
hama,penyakit dan kekeringan dari genera-genera yang masih liar ke
genera-genera yang sudah dibudidayakan.Misal tebu dan glagah ,lobak dank
obis.
5.
Introgresive: pada tipe persilangan ini salah satu spesies seolah-olah
sifatnya mendominir sifat-sifat spesies yang lain sehingga populasi
hybrid yang terbentuk seolah-olah hanya terdiri atas satu jenis spesies
yang mendominir tersebut. uji nyata untuk mengetahui apakah data atau
hasil yang diperoleh sesuai atau menyimpang dari nisbah yang diharapkan atau
tidak. Oleh karena itu untuk mengevaluasi terhadap benar tidaknya hasil
percobaan yang kita lakukan dengan keadaan secara teori dapat dilakukan
dengan uji-X2. Tanaman Adenium termasuk jenis tanaman berumah satu.
Artinya, dalam satu bunga adenium penyerbukar sendiri sangat jarang terjadi.
Sebab, bunga betina dan bunga jantan masak pada waktu tidak bersamaan.
Kondisi seperti ini justru mempermudah langkah
penyilangan.Pemuliaan adalah suatu cara yang sistematik merakit keragaman
genetik menjadi suatu bentuk yang bermanfaat bagi manusia. Dalam proses ini
diperlukan bahan baku berupa keanekaragaman genetik (plasma nutfah) yang
tesedia di alam. Untuk pemuliaan tanaman dan hewan, peranan penelitian untuk
mendapatkan bibit unggul adalah sangat penting (Feros, 2009).
Kastrasi adalah pengambilan kotak sari
(bunga jantan) dengan sengaja agar tidak terjadi persilangan sendiri. Kastrasi
dilakukang pada saat bunga jantan mulai muncul tetapi belum pecah. Kotak sari
yang belum pecah biasanya telah menyembul di dua sisi bunga betina dan berwarna
putih, sedangkan kotak sari yang sudah pecah berwarna krem coklat kehitaman.
Munculnya bunga jantan pada tandan bunga berkisar antara 5 sampai 12 hari
(Alfin, 2008).
Kastrasi dilakukan setiap hari sesuai
dengan kemunculan bunga jantan pada tanaman. Ada beberapa cara melakukan
kastrasi, yaitu; menggunakan pompa pengisap, dengan perlakuan alkohol dan
secara manual dengan pinset.Bunga jantan yang akan dikastrasi harus benar-benar
sudah keluar tatapi belum pecah. Tandan bunga dipegang dan kotak sari sudah
keluar dihisap dengan pompa penghisap. Cara ini dinilai kurang memuaskan karena
disamping memerlukan waktu yang tepat dan lama, hasil kastrasi juga kurang
bersih. Kastrasi harus dilakukan setiap hari selama 6 hingga 12 hari, sehingga
kepala putik banyak mengalami kerusakan mekanis karena sering dipegang dan
terkena alat penghisap. Akibatnya kepala putik tidak reseptif lagi dan tandan
bunga banyak yang gugur sebelum disilangkan (Tanto, 2002).
Ada juga beberapa teknik yang digunakan
dalam pemuliaan tanaman pada perlakuan kastrasi, teknik - teknik kastrasi dalam
pemuliaan tanaman adalah sebagai berikut:
•Forching
methode : Menghilangkan benang sari dengan membuka katup bunga yang masih
menutup dengan paksa.
•Bagging
methode : Menyelubungi bunga sehingga menjadi panas agar membuka.
•
Clipping Methode : Menggunting ujung katup bunga ( tinnggal putik saja )
•
Hot water treatment : Bunga diletakkan di atas air panas sampai membuka
•
Blowing methode : Bunga dibungkus kemudian dipanaskan sehingga membuka.
•
Sucking Methode : Pujuk bunga dipotong kemudian benang sari di ambil degan
pompa penghisap.
2.3
Bioteknologi Pemuliaan Tanaman
Teknik-teknik bioteknologi
tanaman telah dimanfaatkan terutama untuk memberikan karakter baru pada
berbagai jenis tanaman. Penekanan pemberian karakter tersebut dapat dibagi
kedalam beberapa tujuan utama yaitu peningkatan hasil, kandungan nutrisi,
kelestarian lingkungan, dan nilai tambah tanaman-tanaman tertentu. Sebagai
contoh, beberapa tanaman transgenik yang dikembangkan adalah:
À
Peningkatan kandungan
nutrisi: Pisang, cabe, raspberries, stroberi, ubi jalar.
À
Peningkatan rasa: tomat
dengan pelunakan yang lebih lama, cabe, buncis, kedelai.
À
Peningkatan kualitas:
pisang, cabe, stroberi dengan tingkat kesegaran dan tekstur yang meningkat.
À
Mengurangi alergen:
polong-polongan dengan kandungan protein allergenik yang lebih rendah.
À
Kandungan bahan berkhasiat
obat: tomat dengan kandungan lycopene yang tinggi (antioksidan untuk mengurangi
kanker), bawang dengan kandungan allicin untuk menurunkan kolesterol, padi
dengan kandungan vitamin A dan besi untuk mengatasi anemia dan kebutaan.
À
Tanaman untuk produksi
vaksin dan obat-obatan untuk mengobati penyakit manusia.
À
Tanaman dengan kandungan
nutrisi yang lebih baik untuk pakan ternak, dan lain-lain.
Selain itu, pemanfaatan bioteknologi tanaman seperti rekayasa
genetika juga dapat memudahkan petani dalam budidaya tanaman. Misalkan dalam
pengendalian gulma yaitu dengan menghasilkan tanaman yang memiliki ketahanan
terhadap jenis herbisida tertentu. Sebagai contoh adalah Roundup Ready yang
terdiri dari kedelai, canola dan jagung yang tahan terhadap herbisida Roundup.
Di dunia saat ini telah banyak dilepas berbagai tanaman transgenik. Sebagai
contoh, di Asia yaitu di China pada tahun 2006 saja, telah telah ada sekitar 30
spesies tanaman transgenik, antara lain padi, jagung, kapas, rapeseed, kentang,
kedelai, poplar, tomat (delay ripening dan ketahanan virus), petunia (warna
bunga), paprika (virus resistance), kapas (ketahanan hama) yang telah dilepas
untuk produksi.
Kemajuan dan penerapan bioteknologi tanaman tidak terlepas dari
tanaman pangan. Untuk memenuhi kebutuhan pangan dunia termasuk kebutuhan
nutrisi, kemajuan bioteknologi telah mewarnai trend produksi pangan dunia. Padi
saat ini masih merupakan tanaman pangan utama dunia. Dengan demikian prioritas
utama untuk teknik biologi molekuler dan transgenik saat ini masih diutamakan
pada padi. Selain karena merupakan tanaman pangan utama, padi memiliki genom
dengan ukuran sehingga dapat digunakan sebagai tanaman model utama. Selain padi
tanaman pangan yang telah banyak mendapat sentuhan bioteknologi adalah kentang.
BAB III
PEMBAHASAN
3.1.
Budidaya Tanaman Tomat
Tomat adalah komoditas hortikultura yang
penting, tetapi produksinya baik kuantitas dan kualitas masih rendah. Bunga
tanaman tomat berukuran kecil berdiameter sekitar 2 cm dan berwarna kuning
cerah. Kelopak bunga yang berjumlah 5 buah dan berwarna hijau terdapat pada
bagian baerah atau pangkal bunga. Bagian lain dari bunga tomat adalah mahkota
bunga yaitu bagian terindah dari bunga tomat. Mahkota bunga tomat berwarna
kuning cerah, berjumlah sekitar. 6 buah dan berukuran 1 cm. Bunga tomat
merupakan bunga sempurna, karena benang sari dan kepala putik terletak pada
bunga yang sama. Bunganya memiliki 6 buah tepung sari dengan kepala putik
berwarna sama dengan mahkota bunga yakni kuning cerah. Bunga tomat tumbuh dari
batang (cabang) yang masih muda.
3.1.1.
Pembibitan
Benih atau biji-biji tomat yang telah
terpilih sebelum disemaikan didesinfektan. Caranya, dengan merendam benih
kedalan larutan fungisida agar mikroorganisme yang dapat menimbulkan penyakit
mati. Ada beberapa cara menyemai pada bedeng persemaian. Cara pertama, benih
tomat ditaburkan merata pada permukaan bedeng, kemudian ditutup tanah
tipis-tipis. Bedeng dibuat guritan sedalam 1 cm dengan jarak antar guritan 5
cm, lalu biji ditaburkan kedalan guritan secara merata dan tidak saling tumpuk,
kemudian ditutup kembali dengan tanah tipis-tipis. Cara kedua, dengan
menanamkan benih pada lubang-lubang tanam yang dibuat dengan jarak 5 cm dan
kedalaman lubang tanam sekitar 1 cm. Dalam satu lubang tanam dapat diisikan 1
atau 2 benih, kemudian ditutup tanah tipis-tipis. Cara ketiga, penyemaian dapat
langsung dilakukan pada kantong-kantong polybag yang telah diisi media tanam
berupa tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1. Setiap kantong polybag
diisi satu benih saja dan tanamkan benih dengan kedalaman sekitar 1 cm. Setelah
biji ditanam, media semai sebaiknya dibasahi dengan air.
3.1.2.
Pengolahan Media Tanam
Pengolahan tanah untuk penanaman bibit
di kebun produksi harus memperhitungkan waktu, antara lain lamanya bibit di
persemaian hingga dapat dipindah ditanam ke kebun dengan lamanya proses
pengolahan tanah sampai siap tanam. Lamanya waktu pembibitan sekitar 30-45
hari, sedangkan lamanya pengolahan tanah yang intensif sampai siap tanam adalah
21 hari. Oleh karena itu, agar tepat waktu penanamannya di kebun, jadwal
pengolahan tanahnya sebaiknya dilakukan 1-2 minggu setelah benih disemaikan.
3.1.3.
Pemupukan
Sebelum tanaman tomat ditanam, lahan
harus diberi pupuk dasar. Pemupukan dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu:
a.
Kompos atau pupuk kandang yang telah
jadi tanah dan TSP ditabur secara merata ke seluruh bedengan. Selanjutnya,
tanah dicangkul sampai homogen agar kompos atau pupuk kandang dan TSP tercampur
merata dengan tanah.
b.
Pada jarak yang telah ditentukan dibuat
lubang sedalam + 15 cm dan bergaris tengah + 20 cm. Lubang-lubang tersebut
kemudian diberi pupuk kandang atau kompos sebanyak 0,5 kg (satu genggam besar)
dan diberi TSP sebanyak + 5 gram. Lubang ditimbun tanah, kemudian diaduk-aduk
sehingga kompos atau pupuk kandang, TSP dan tanah tercampur rata.
3.1.4.
Pemberian Mulsa
Dewasa ini penggunaan plastik
hitam-perak sebagai mulsa (penutup tanah) telah banyak dipergunakan oleh para
petani. Penggunaan plastik hitam-perak sebagai mulsa lebih praktis dibandingkan
dengan penggunaan sisa-sisa tanaman yang telah mati, misalnya jerami padi.
3.1.5.
Teknik Penanaman
Penanaman dapat dilakukan pada musim
kemarau dan musim hujan. Apabila penanaman dilakukan pada musim kemarau
pakailah mulsa plastik hitam perak atau kertas alumunium.Mulsa tersebut harus
sudah dipasang di bedengan sebelum bibit ditanam. Apabila tomat ditanam pada
musim hujan pasanglah lebih dahulu atap plastik transparan (tembus cahaya) pada
bedengan yang akan ditanami.
Gulma yang tumbuh di areal penanaman
tomat harus disiangi agar tidak menjadi pesaing dalam mengisap unsur hara.
Gulma yang terlalu banyak akan mengurangi unsur hara sehingga tanaman tomat
menjadi kerdil. Gulma juga dapat menjadi sarang hama dan penyakit yang akan
menyerang tanaman tomat. Pemberian mulsa plastik atau daun-daunan akan
mengurangi gulma. Waktu penyiangan dapat dilakukan 3-4 kali tergantung kondisi
kebun.
Pemupukan
bertujuan merangsang pertumbuhan tanaman. Tata cara pemupukan adalah:
- Setelah tanaman hidup sekitar 1 minggu setelah ditanam, harus segera diberi pupuk buatan. Dosis pupuk Urea dan KCl dengan perbandingan 1:1 untuk setiap tanaman antara 1-2 gram. Pemupukan dilakukan di sekeliling tanaman pada jarak ± 3 cm dari batang tanaman tomat kemudian pupuk ditutup tanah dan disiram dengan air. Pupuk Urea dan KCl tidak boleh mengenai tanaman karena dapat melukai tanaman.
- Pemupukan kedua dilakukan ketika tanaman berumur 2-3 minggu sesudah tanam berupa campuran Urea dan KCl sebanyak ± 5 gr. Pemupukan dilakukan di sekeliling batang tanaman sejauh ± 5 cm dan dalamnya ± 1 cm kemudian pupuk ditutup tanah dan disiram dengan air.
- Bila pada umur 4 minggu tanaman masih kelihatan belum subur dapat dipupuk lagi dengan Urea dan KCl sebanyak 7 gram. Jarak pemupukan dari batang dibuat makin jauh yaitu ± 7 cm.
Kebutuhan air pada budidaya tanaman
tomat tidak terlalu banyak, namun tidak boleh kekurangan air. Pemberian air
yang berlebihan pada areal tanaman tomat dapat menyebabkan tanaman tomat tumbuh
memanjang, tidak mampu menyerap unsur-unsur hara dan mudah terserang penyakit.
Kelembaban tanah yang tinggi dapat mendorong pertumbuhan dan perkembangan
patogen sehingga tanaman tomat dapat mati keracunan karena kandungan oksigen
dalam tanah berkurang. Pori-pori yang terisi oleh air mendesak oksigen keluar
dari dalam tanah sehingga tanah menjadi anaerob yang menyebabkan proses
oksidasi berubah menjadi proses reduksi. Keadaan tanah yang demikian
menyebabkan kerontokan bunga dan menyebabkan pertumbuhan vegetatif berlebihan
sehingga mengurangi pertumbuhan dan perkembangan generatif (buah).
Kekurangan air yang berkepanjangan pada
pertanaman tomat dapat mengganggu pertumbuhan tanaman pada stadia awal,
mengakibatkan pecah-pecah pada buah apabila kekurangan air terjadi pada stadia
pembentukan hasil dan dapat menyebabkan kerontokan bunga apabila kekurangan air
terjadi selama periode pembungaan.
3.1.6.
Hama dan Penyakit
v Hama
- Ulat buah tomat (Heliothis armigera Hubner)
- Kutu daun apish hijau
- Lalat putih (kutu kabut, kutu kepul)
- Kutu daun thrips
- Lalat buah
- Tungau bercak dua
- Tungau merah
- Nematoda bengkak akar
- 3.5.2. Penyakit karena Cendawan
v Penyakit
a.
Penyakit layu fusarium
b.
Bercak daun septoria
c.
Penyakit kapang daun
d.
Penyakit bercak coklat
e.
Penyakit busuk daun
f.
Penyakit busuk buah Rhizoctonia
g.
Busuk buah antraknosa
h.
Penyakit layu (Lendir).
i.
Kerak bakteri, bercak bakteri
3.2 Penyerbukan Silang Tanaman Tomat
Perkawinan silang antara spesies dan
dalam spesies memiliki beberapa perbedaan dalam tingkat keragaman genetik
nantinya. Jenis perkawinan tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor. Sehingga
dalam proses perkawinan dalam tanaman atau sering disebut dengan penyerbukan
diperlukan pengetahuan khusus mengenai meorfologi dan sifat-sifat pada bunga.
Proses penyerbukan ditandai dengan menempelnya serbuk sari ke kepala putik.
Setiap jenis tanaman memiliki cara-cara tersendiri dalam proses tersebut secara
alami. Penyerbukan tanaman oleh manusia baik untuk memperoleh varietas baru
maupun untuk mendapatkan produk dari tanaman tersebut harus memperhatikan
proses penyerbukan tanaman secara alami itu
sendiri.
Faktor-faktor yang mempengaruhi
keberhasilan penyilangan penyerbukan sering mengalami kegagalan bila dilakukan
pada saat kondisi lingkungan yang tidak mendukung atau dilakukan pada saat
serbuk sari atau kepala putik dalam keadaan belum matang oleh karena itu saat
penyerbukan yang tepat merupakan faktor penting yang harus diperhatikan agar
penyerbukan berhasil dengan baik. Untuk melakukan penyerbukan harus dipilih
waktu yang tepat dan tidak boleh terlambat dimana pada saat itu putik maupun
serbuk sari dalam keadaan segar, sehat, telah matang, dan cuaca mendukung
proses persarian dengan baik. Waktu yang baik untuk penyerbukan adalah jam
05.00 pagi (sebelum bunga mekar, karena jika bunga telah mekar ditakutkan sudah
mengalami penyerbukan sendiri pada bunga yang dijadikan induk jantan).
Selain itu hal penting yang harus
diperhatikan adalah cara meletakkan serbuk sari dari induk jantan ke atas
kepala putik induk betina, dan menjaganya jangan sampai kepala putik tersebut
kejatuhan serbuk sari dari tanaman lain yang tidak dikehendaki maupun dari
tanaman yang sama. Oleh karena itu, setelah polinasi bunga ditutup/ dibungkus
menggunakan plastik agar tidak terserbuku bunga lain dan tidak rusak).
Tanaman tomat jantan ini berumur 60 hari, antara bedengan 30 cm, lebar bedengan
60 cm dan jarak tanamnya adalah 30x30 cm . Tempat penanaman bunga jantan dan
betina yang hendak disilangkan harus berbeda areal tanamnya karena dikuatirkan
terjadi penyerbukan sendiri.
Pengambilan bunga jantan dilakukan pada pukul 05.00 pagi hari untuk
mencegah terjadinya pembukaan kuncup bunga sehingga serbuk sari dapat menyebar
keseluruh permukaan kepala putik. Pada tanaman toamat jantan dialakuakan
pengambilan buah jika tanaman tomat jantan mengalami pembuahan akibat
penyerbukan sendiri (alami) yang bertujuan untuk memperpanjang perkembangan
generatifnya.
Tanaman tomat jantan mencapai ketinggian
200 cm. Ciri-ciri bunga jantan kelopaknya agak lebar dan kelapa putiknya besar
dibandingkan dengan bunga betina.Dan gambar disampingnya bunga jantan
yang sudah dipetik lalu dikering anginkan. Bunga tanaman tomat
berukuran kecil berdiameter sekitar 2 cm dan berwarna kuning cerah. Kelopak
bunga yang berjumlah 5 buah dan berwarna hijau terdapat pada bagian baerah atau
pangkal bunga.
Karena cuaca tidak mendukung maka
mengeringkan bunga jantan pakai lampu, Dikeringkan kira-kira 24 jam, maka bunga
tersebut sudah kering.Bunga yang sudah cukup kering lalu mahkota bunga dibuang
semua, tinggal kepala putik.
Hasil dari kering-angin tersebut di
masukkan kedalam toples kecil yang ditutup rapat menggunkan tutup toples dan
sebelum melakukan pengucokan di cuci dulu dengan alkohol untuk mencegah terjadi
nya kontaminasi bakteri serta kain katun berwarna putih ditengah-tengahnya
sebagai alat penyaring serbuk sari tersebut dengan kotoran dan mahkota bunga
jantan tomat tersebut.
Sebelum memindahkan serbuk sari, tangan
dan alat tersebut dicuci dengan alkohol, lalu dimasukkan ke dalam selang
yang tersebut sebagai tempat serbuk sari,dengan tujuan untuk mempermudah dalam
menempelkan serbuk sari ke kepala putik sewaktu dilapang.
Adapun
alat dan bahan yang digunakan sebagai berikut :
1.
Alkohol
2.
Gunting
3.
pinset
4.
kapas
5.
selang plastik
6.
toples besar dan kecil
7.
Lampo 5 wat
8.
Hand phone
Lahan tanaman tomat betina terpisah dengan areal tanaman tomat jantan untuk
menghindari terjadinya penyerbukan sendiri. Jarak tanam yang digunakan tanaman
betina 35x35 cm, lebar bedengan 60 cm, jarak antara bedengan 30 cm.
Polinasi adalah membuka bunga yang belum
mekar atau kuncup dan membuang kelopak bunga dengan pinset sehingga terlihat
mahkota bunga yang membungkus bakal buah Serta membiarkannya selama 3 hari.
Menyilangkan dengan cara:
a.
Memilih bunga btina yang sudah dilakukan proses polinasi.
b. Membuka mahkota bunga yang
menyelubungi alat jantan dengan pinset, kemudian mengambil bunga jantan.
-Pada
waktu bunga masih kuncup, kepala sari lebih rendah dari kepala putik.
-Bunga hamper mekar, kepala sari sama tinggi dan menempel pada
kepala putik.
-Mengoleskan
tepung sari tersebut pada kepala putik yang telah dikebiri.
5. Memberi etiket bunga yang telah
disilangkan, dengan cara digunting agar kelak persilangan dapat dikenali
dengan mudah.
6. Melakukan penyilangan ini pada pagi
hari sebelum matahari terbit (± pukul 05.00).
3.3 Bioteknologi Pemuliaan Tanaman Tomat
Dengan
semakin meningkatnya pendapatan dan kesadaran masyarakat akan arti penting
kesehatan, kebutuhan akan produk-produk hortikultura sebagai sumber vitamin
meningkat. Hal tersebut mendorong banyak orang untuk melakukan pemanfaatan
berbagai metode dalam pemuliaan tanaman. Salah satunya adalah pemanfaatan
bioteknologi tanaman seperti rekayasa genetika yang juga dapat memudahkan
petani dalam budidaya tanaman. Sebagai contoh, di Asia yaitu di China pada
tahun 2006 saja, telah ada sekitar 30 spesies tanaman transgenik, antara lain
padi, jagung, kapas, rapeseed, kentang, kedelai, poplar, tomat (delay ripening
dan ketahanan virus), petunia (warna bunga), paprika (virus resistance), kapas
(ketahanan ham) yang telah dilepas untuk produksi.
Tomat
merupakan salah satu produk hortikultura utama. Sperti produk hortikultura pada
umumnya, tomat memiliki shelf-life yang
pendek. Shelf-life yang pendek ini
disebabkan dengan aktifnya beberapa gen seperti pectinase saat tomat mengalami kematangan. Dengan kondisi seperti
ini, tomat sulit sekali untuk dipasarkan ke tempat yang jauh terlebih untuk
ekspor. Biaya pengemasan sangat mahal seperti menyediakan box yang dilengkapi
pendingin.
Tomat
buah biasanya dipanen pada tahap matang-hijau jika memilih untuk tujuan ekspor.
Menunda pematangan buah tomat ekspor selama ini sangat diperlukan sedangkan
pematangan percepatan merupakan proses penting di tujuan akhir atau awal
pasokan pasar lokal.
Tomat
delay ripening adalah suatu upaya untuk mendapatkan tomat yang baik untuk
diekspor karena tomat delay ripening adalah tomat yang sengaja dipanen pada
umur yang matang namun warna buah masih hijau sehingga pematangannya ditunda
agar pada saat diekspor tomat masih dalam keadaan segar atau tidak terjadi
pembusukan.
Dengan
penggunaan bahan kimia dalam pengawetan dapat membahayakan bai konsumen ataupun
bagi kualitas buah tersebut yang juga dapat berdampak buruk bagi lingkungan
karena bahan-bahan kimia yang ada kebanyakan bersifat beracun dn mencemari
lingkungan tersebut.
Menurut
literatur yang telah didapatkan bioteknologi tanaman tomat Delay ripening dapat diperoleh dengan cara-cara sebagai berikut:
Tomat (Lycopersicon esculenium Mill.) Biji CV. Castle
Rock ditaburkan di busa nampan diisi dengan
campuran peatmoss : vermiculite (1: l volume) pada 16
Maret dari kedua 1994 dan 1995 musim. Nampan itu
kemudian disimpan di bawah rumah kaca tidak dipanaskan
kondisi dan
semua manajemen pembibitan dianjurkan digunakan untuk
memproduksi satu bulan bibit yang sehat tua. Bibit tersebut
kemudian dipindahkan ke tempat terbuka lapangan di Shalakan pertanian,
Fakultas Pertanian, Universitas Ain Shams, 30 cm di
5m panjang deretan lebar 80cm. Ini
dilakukan dalam 3 ulangan masing-masing terdiridari
8 baris. Semua manajemen pertanian dilakukan karena
biasanya direkomendasikan untuk produksi tanaman tomat di
lapangan terbuka. Pada dewasa-hijau panggung,
buah dipanen dini hari dan langsung ditransfer
ke Hortikultura Departemen lembaga tersebut di atas. Dalam
setiap buah mereplikasi telah disortir,
ukuran dinilai (dengan perkiraan diameter 7cm),
dicuci dengan air diklorinasi (500ppm NaOCI),
maka udara dikeringkan, ditimbang
dan terkena tester deformasi untuk
merekam segar buah berat awal dan
kelembutan, masing-masing. Buah tersebut kemudian
didistribusikan antar perlakuan dibawah ini dijelaskan:
Aplikasi Uap Etanol
Mengobati buah tomat dengan
uap etanol dilakukan melalui sistem aliran udara
(Atta-Aly dan Brecht, 1995). Sistem aliran udara dibangun untuk ditunjukkan pada sebuah pelat. Sebelum buah diinkubasi, seluruh aliran udara serta buah ambient disimpan di dalam ruangan penyimpanan yang dikendalikan dari 14±22 ° C dan RH82 +3%. Dua puluh buah tomat yang matang-hijau berada dalam 5 liter kaca IAR (buah ambien) dan masing-masing 2 buah ambients dianggap sebagai salah satu yang direplikasi. Aliran udara yang
melewati 500 ml larutan etanol 0,5,10 dan 15% etanol sebelum lewat dan memperkaya ambien buah dengan uap etanol. Setiap konsentrasi
yang digunakan oleh uap etanol dikompresi dalam 3 ulangan. Air suling itu
digunakan dalam pengenceran etanol dengan konsentrasi yang disebutkan di atas untuk memastikan titik jenuh Kelembaban relatif dalam aliran udara. Hasil dari aliran udara yang dihubungkan ke karet tabung membawanya keluar dari ruang penyimpanan. Disiapkan larutan dari konsentrasi etanol yang berbeda yang diubah dan diperbaharui setiap dua hari melalui seluruh periode yang dipaparkan untuk memastikan konsentrasi etanol tetap. Etanol termasuk
larutan yang terkena rotary evaporator yang menunjukkan adanya
etanol dengan konsentrasi hampir tepat di masing-masing larutan etanol setelah
dua hari penggunaan. Setelah 14 hari dari paparan uap etanol yang secara terus menerus, buah-buahan dipindahkan ke ruang penyimpanan etanol-udara bebas setelah dicelupkan ke dalam H2O atau
1 OOOppm Ethrel seperti dijelaskan.
(Atta-Aly dan Brecht, 1995). Sistem aliran udara dibangun untuk ditunjukkan pada sebuah pelat. Sebelum buah diinkubasi, seluruh aliran udara serta buah ambient disimpan di dalam ruangan penyimpanan yang dikendalikan dari 14±22 ° C dan RH82 +3%. Dua puluh buah tomat yang matang-hijau berada dalam 5 liter kaca IAR (buah ambien) dan masing-masing 2 buah ambients dianggap sebagai salah satu yang direplikasi. Aliran udara yang
melewati 500 ml larutan etanol 0,5,10 dan 15% etanol sebelum lewat dan memperkaya ambien buah dengan uap etanol. Setiap konsentrasi
yang digunakan oleh uap etanol dikompresi dalam 3 ulangan. Air suling itu
digunakan dalam pengenceran etanol dengan konsentrasi yang disebutkan di atas untuk memastikan titik jenuh Kelembaban relatif dalam aliran udara. Hasil dari aliran udara yang dihubungkan ke karet tabung membawanya keluar dari ruang penyimpanan. Disiapkan larutan dari konsentrasi etanol yang berbeda yang diubah dan diperbaharui setiap dua hari melalui seluruh periode yang dipaparkan untuk memastikan konsentrasi etanol tetap. Etanol termasuk
larutan yang terkena rotary evaporator yang menunjukkan adanya
etanol dengan konsentrasi hampir tepat di masing-masing larutan etanol setelah
dua hari penggunaan. Setelah 14 hari dari paparan uap etanol yang secara terus menerus, buah-buahan dipindahkan ke ruang penyimpanan etanol-udara bebas setelah dicelupkan ke dalam H2O atau
1 OOOppm Ethrel seperti dijelaskan.
Tomat Flavr Savr merupakan tomat hasil rekayasa genetika
yang memilikishelf-life lama dapat diciptakan dengan menyisipkan gen antibeku
dari ikan air dinginke dalam gen tomat. Gen antibeku ini diperoleh dari ikan
Flounder, yaitu jenis ikan diAntartika yang dapat bertahan hidup dalam kondisi
yang sangat dingin.Berikut ini merupakan langkah-langkah transfer gen dalam
pembuatan tomatFlavr Savr :
1.
Ikan Flounder mempunyai gen antibeku
yang disebut dengan gen antisenescens yang dapat menghambat enzim poligalakturonase
(enzim yang mempercepatkerusakan
dinding sel tomat). Gen ini dipindahkan dari kromosom di dalam selikan
Flounder.


2.
DNA antibeku ini kemudian disisipkan
pada DNA bakteri E scherichia coli yangdisebut plasmid. DNA hibrid ini,
yang merupakan kombinasi dari dua DNAberbeda disebut sebagai DNA rekombinan.3.
DNA rekombinan yang mengandung gen antibeku ini kemudian ditanam kembalipada
bakteri E scherichia coli 4.
Bakteri tersebut memproduksi kopian dari
DNA rekombinan dalam jumlah yangsangat banyak.5.
Tahap selanjutnya diawali dengan isolasi DNA sel tomat
terlebih dahulu yangdilakukan dengan cara menghaluskan batang tomat dalam
nitrogen cair untuk melepaskan isi sel. Isi sel tersebut kemudian
ditempatkan dalam tabung reaksi, laludisentrifugasi. Selama sentrifugasi, isi
sel terpisah ke dalam dua lapisan dimanasalah satunya adalah lapisan DNA.
Lapisan ini kemudian dipisahkan dari tabung,kemudian ditambahkan enzim
restriksi, yaitu ECO R1 yang berfungsi memotongdi lokasi DNA yang spesifik.5.
Sel tanaman tomat diinfeksi dengan
bakteri tersebut. Setelah itu ditambahkanenzim ligase ke dalam DNA tomat dan
plasmid untuk menyambungkan DNA,sehingga dapat lengket. Hasilnya, gen antibeku
pada plasmid yang terdapat padabakteri bergabung dengan DNA sel tanaman tomat.6.
Sel tanaman tomat kemudian ditempatkan
pada media tumbuh yang berupa cawanpetri yang mengandung media nutrien
selektif.




7. Bibit tomat mulai ditanam.
8.Tanaman tomat hasil rekayasa genetika
mengandung satu kopian gen antibeku dari ikan Flounder pada setiap selnya.
BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
a)
Persilangan dimulai dengan
mengemaskulasi bunga yaitu pengambilan serbuk sari pada bagian bunga.
b)
Teknik hibridisasi sangat tergantung
pada sifat bunga dan tingkat pemasakan sel-sel kelamin.
c)
Keberhasilan hibridisasi disebabkan
karena pemilihan tetua yang tepat.
d)
Bunga dapat dibedakan berdasarkan ciri
morfologinya
e)
Berdasarkan kelengkapan bagian bunga
dapat diklasifikasikan atas dua macam yaitu bunga lengkap dan bunga tak
lengkap.
f)
Dari perbedaan proses morfologi dapat
terjadi perbedaan proses penyerbukan.
4.2
Saran
Kami sangat berterima kasih kepada bapak
dosen yang terhornat, karena telah memberikan tugas Pemuliaan tanaman ini
kepada kami sehingga dapat menimbah ilmu secara mendalam. Kami sebagai mahasiswa
cukup berterima kasih yang telah memberikan ilmu mulai dari pertemuan pertama
perkuliahan dan sampai ahir kuliah,karena bagi kami ilmunya sangat bermanfaat.
Saran saya untuk kemajuan proses belajar
dan mengajar hendaknya bapak dapat berkenan membimbing saya lansung didalam
pengamatan dilapang agar dapat membantu saya memecahkan masalah serta menemukan
ide-ide baru didalam mengembangkan pertanian secara optimal khususnya dibidang
Pemuliaan Tanaman
DAFTAR PUSTAKA
Anonymous.
2012. Bioteknologi tomat. http://blogonmania.blogspot.com/2011/04/bioteknologi.html.
Diakses pada tanggal 22 mei 2012.
Anonymous. 2012. Penerapan bioteknologi.
http://awangmaharijaya.wordpress.com/2008/02/28/kemajuan-penerapan-bidang-bioteknologi-pada-tanaman/ diakses pada tanggal 22 mei 2012.
Alfin. 2008. Penyerbukan Buatan pada
Acung (Amorphophallus decus-silvae Back. & v.A.v.R.). Biodiversitas
Vol.9 No. 4, 2008: 292-295.
Balai Penelitian Tanaman Sayuran. 1997.
Budidaya Tanaman Tomat. Balitsa: Malang
Cahyono, Bambang. 1998. Tomat : budidaya
dan analisis usaha tani. Kanisius :Yogyakarta
Ferdy. 2008. Kastrasi dan Hibridisasi.
http://missrant.host22.com/ hkm_hrdy_wnbrg.html , diakses
pada 19 Oktober 2010.
Feros. 2009. Pengujian Kesetimbangan
Hardy Weinberg. http://sony92erz.wordpress.com/2009/11/06/hukum-hardy
weinberg/, diakses pada 19 Oktober 2010.
Pracaya. 1998. Bertanam tomat. Kanisius:Yogyakarta
Suryo. 1984. Mengenai Keseimbangan
Hibridisasi dan Kastrasi. Jakarta: PT.Gramedia.
Tanto. 2002. Pemuliaan Tanaman dengan
Hibridisasi (Allogam). Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar